Diabetes
Tanda-tanda Orang Mulai Kena Diabetes dan Penyebabnya
Diabetes atau kencing manis bukan hal yang baru lagi dan mulai akrab di telinga masyarakat. Bisa jadi karena penderitanya makin banyak atau karena kesadaran masyarakat mulai meningkat. Meskipun demikian, masih banyak orang yang tanpa disadari melakukan hal-hal yang menjadi faktor risiko diabetes.
Diabetes pada dasarnya disebabkan oleh terganggunya fungsi insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Hormon ini bertugas menjaga keseimbangan gula darah. Cara kerjanya adalah meningkatkan penyerapan gula darah oleh sel. Akibatnya, kadar gula darah naik sampai melebihi batas normal.
Dari 4 jenis diabetes, ada 2 macam diabetes yang paling sering menyerang yaitu tipe 1 dan tipe 2.
Diabetes tipe 1 terjadi karena karena pankreas mengalami kerusakan sehingga tidak cukup memasok insulin. Penyebabnya adalah genetik dan dapat dialami sejak bayi.
Sedangkan diabetes tipe 2 atau sering disebut sebagai diabetes saja banyak terjadi seiring pertambahan usia.
Pada diabetes tipe 2, pankreas mampu menghasilkan insulin, namun jumlahnya tak mencukupi karena ada komplikasi-komplikasi dalam tubuh. Komplikasi-komplikasi ini bisa disebabkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh yang menghambat penyerapan gula darah sehingga menyebabkan resistensi insulin.
Komplikasi tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari asupan makanan yang banyak mengandung kalori, lemak, kebiasaan merokok hingga kurang berolahraga.
Sebagian besar orang kadang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki diabetes terutama yang tipe 2, padahal penyakit ini bisa memicu terjadinya berbagai macam komplikasi. Untuk itu ketahui apa tanda-tanda orang mulai kena diabetes.
“Untuk awal-awal nggak ada gejalanya, paling hanya lemas,” ujar dr Dante Saksono Harbuwono, SpPD, PhD dari Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu, (29/8/2012).
dr Dante menuturkan meski begitu ada gejala klasik yang dominan yaitu sering buang air kecil atau pipis (poliuri), sering merasa haus (polidipdi) serta nafsu makan meningkat (polifagi) ditambah lemas atau kurang tenaga.
Berikut ini gejala klasik dari diabetes yaitu:
1. Sering buang air kecil (poliuri)
Buang air kecil akan menjadi sering jika terlalu banyak glukosa dalam darah. Jika insulin (yakni hormon yang mengendalikan gula darah) tidak ada atau sedikit maka ginjal tidak dapat menyaring glukosa untuk kembali ke dalam darah. Kemudian ginjal akan menarik tambahan air dari darah untuk menghancurkan glukosa. Hal ini membuat kandung kemih penuh dan membuat seseorang sering pipis.
2. Sering merasa haus (polidipdi)
Karena sering buang air kecil, maka orang akan menjadi lebih sering haus. Serta proses penghancuran glukosa yang sulit maka air di dalam darah tersedot untuk menghancurkannya, sehingga seseorang perlu minum lebih banyak untuk menggantikan air yang hilang.
3. Nafsu makan meningkat (polifagi) dan tenaga kurang
Orang yang diabetes insulinnya bermasalah akibatnya asupan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang yang membuat pembentukan energi kurang. Kondisi ini membuat otak berpikir tubuh kurang energi akibat asupan makanan yang kurang sehingga menimbulkan rasa lapar dan perasaan ingin terus makan.
Selain itu ada pula gejala-gejala lain yang tidak spesifik seperti:
1. Sering kesemutan
2. Gatal-gatal yang tidak tahu sebabnya
3. Keputihan yang tidak sembuh-sembuh
4. Mata rabun
5. Disfungsi ereksi
“Sebenarnya gejala yang muncul ini akibat komplikasi kecil, misalnya mata rabun karena sudah kena pembuluh darah di mata, kesemutan karena sudah kena saraf, keputihan karena daya tahan di vagina berkurang,” ujar dr Dante yang juga menjadi pengajar di di Divisi Metabolik Endokrin FKUI.
Untuk itu jika memang ada gejala-gejala tersebut yang dirasakan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter dan melakukan pemeriksaan. Hal ini karena diabetes dikenal sebagai silent killer karena ia bisa menyebabkan komplikasi di berbagai macam bagian tubuh.
“Makanan manis, berlemak, berkalori tinggi serta kurang gerak, semuanya mempengaruhi munculnya diabetes. Sebenarnya tidak ada makanan spesifik yang dapat memicu diabetes. Makanan apapun jika dimakan dalam jumlah banyak bisa memicu diabetes,” kata Prof Sarwono Waspadji dari Divisi Metabolik-Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI ketika dihubungi detikHealth, Rabu (29/8/2012).
Secara garis besar, Prof Sarwono memaparkan beberapa hal yang dapat memperbesar risiko terjadinya diabetes, yaitu:
1. Pola makan yang tak sehat
Pola makan yang tak sehat akan mengganggu keseimbangan karbohidrat dan kandungan lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula akan meningkatkan kandungan gula dalam tubuh melebihi kapasitas kerja pankreas.
Nutrisi yang berlebihan merupakan faktor risiko utama yang dapat menyebabkan diabetes. Semakin banyak kelebihan berat badan atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan terserang diabetes.
2. Faktor keturunan
Diabetes juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Jika memiliki orangtua yang mengidap diabetes, sebaiknya berhati-hati agar tidak terkena penyakit yang sama, sebab ada kemungkinan gen-gen yang mempengaruhi kinerja pankreas diturunkan kepada anak.
3. Malas berolahraga atau kurang gerak
Kurang berolahraga secara berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh mengalami perubahan struktur dan penurunan metabolisme. Metabolisme tubuh yang menurun akan ikut memperlambat penyerapan gula darah. Kurang olahraga tidak hanya berisiko memicu diabetes saja, tapi juga berisiko memciu penyakit jantung.
4.Virus dan Bakteri
Virus dan bakteri juga dapat menyebabkan diabetes, misalnya virus rubela, gondok dan human coxsackievirus B4 yang mengakibatkan perusakan sel. Diabetes akibat bakteri belum dapat diketahui secara pasti, namun para ahli menduga bakteri juga dapat memicunya.
sumber: detikhealth
Faktor penyebab penyakit diabetes melitus
Pada dasarnya, penyebab penyakit diabetes melitus dapat dikaitkan dengan gaya hidup. Asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa, yang terus menumpuk karena tidak terjadi pembakaran secara optimal.
Kurangnya aktivitas fisik menghambat proses pembakaran dan menurunkan metabolisme tubuh. Secara umum, berikut adalah beberapa penyebab DM:
1. Pengaruh genetik
2. Obesitas
3. Kurangnya insulin karena virus
4. Gizi yang kurang cukup
5. Tingginya kadar kortikosteroid
6. Kehamilan (menyebabkan diabetes yang sifatnya sementara, diabetes gestasional dipicu oleh hormone dan kadar glukosa meningkat dan tidak stabil akibat kehamilan)
7. Pola makan tidak seimbang dan gaya hidup buruk
1. Pengaruh genetik
2. Obesitas
3. Kurangnya insulin karena virus
4. Gizi yang kurang cukup
5. Tingginya kadar kortikosteroid
6. Kehamilan (menyebabkan diabetes yang sifatnya sementara, diabetes gestasional dipicu oleh hormone dan kadar glukosa meningkat dan tidak stabil akibat kehamilan)
7. Pola makan tidak seimbang dan gaya hidup buruk
Pencengahan awal diabetes mellitus
Kadar gula yang tidak terkontrol bisa berimbas pada berbagai penyakit. Pasien yang sudah terlanjur mengidap DM dan tidak bisa lagi menghindarinya harus menjalani terapi agar perkembangan penyakit bisa dihambat dan kehidupan sehari-hari penderita tidak terganggu.
Tujuan dari pengobatan ini adalah mempertahankan kadar glukosa agar berada pada kisaran normal. Bagi pengidap DM tipe II, pengobatan juga berfungsi untuk menghindari resiko amputasi dikarenakan luka yang tidak mengering.
Pengobatan diabetes antara lain:
1. Terapi gizi medis
2. Edukasi kepada pasien
3. Latihan kebugaran jasmani secara teratur
4. Intervensi farmakologis untuk pengobatan lebih lanjut, terutama bagi yang tahapan penyakitnya lebih serius.
Terapi di atas harus diikuti juga dengan pola hidup sehat. Penanganan diabetes mellitus memang memerlukan kesabaran dan konsistensi.
Tentu saja, dukungan keluarga sangat diperlukan, terutama untuk menjaga agar penderita tidak terpapar dengan faktor penyebab penyakit diabetes mellitus yang dapat mempercepat pemburukan kondisi pasien.
Komplikasi Diabetes dan Cara Mengobati Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah jenis penyakit yang timbul karena tingginya kadar glukosa dalam darah. Penyakit ini terjadi karena ginjal tidak mampu bekerja dengan baik dalam menyaring darah akibat kadar glukosa darah terlalu tinggi sehingga pada urine masih terdapat sejumlah glukosa.
Diabetes melitus apabila tidak segera diobati akan mengakibatkan kerusakan hingga gagal ginjal. Cara mengobati diabetes melitus ada bermacam-macam, mulai dari penggunaan obat herbal hingga resep dokter.
Komplikasi kasus diabetes melitus
Pasien diabetes harus memeriksa kadar glukosa darah secara berkala untuk menghindari komplikasi. Ada dua jenis komplikasi yang kerap melanda para penderita diabetes, antara lain :
1. Komplikasi karena glukosa darah yang terlalu tinggi
Komplikasi jenis ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu Ketoasidosis Diabetik (KAD) dengan kadar glukosa darah 300 hingga 600 mg/dL dan Status Hiperglikemi Hiperosmolar (SHH) dimana kadar glukosa darah mencapai 600 hingga 1200 mg/dL.
2. Komplikasi karena glukosa darah yang terlalu rendah.
Akibat konsumsi obat penurun gula darah yang berlebihan namun jumlah asupan kalori dalam tubuh sangat kurang, dapat menyebabkan turunnya kadar gula darah hingga kurang dari 60 mg/dL yang dikenal dengan istilah hipoglikemia.
Cara mengobati diabetes melitus dan komplikasinya
Untuk diabetes mellitus yang sudah terkena komplikasi, ada beberapa langkah yang dapat membantu menyelamatkan jiwa pasien. Oleh karena itu perlu edukasi bagi pasien dan keluarganya saat terjadi komplikasi.
1. Penanganan KAD dan SHH
Kunci penanganan komplikasi diabetes KAD dan SHH adalah menurunkan kadar gula darah hingga batas normal atau mendekati normal. Diet makanan, pemberian obat penurun kadar gula darah serta suntik insulin dapat dilakukan untuk menurunkan kadar glukosa. Namun apabila pasien kehilangan kesadaran, satu-satunya cara penanganan adalah dengan membawanya ke rumah sakit
2. Penanganan hipoglikemia
Apabila pasien mengalami tubuh gemetar, lemas, keluar keringat dingin, rasa lapar dan pusing, maka penderita mengalami hipoglikemia Tatalaksana penanganan pasien hipoglikemia adalah dengan menaikkan kadar glukosa darah. Cara mengobati diabetes melitus dengan kasus hipoglikemia sangat mudah, yaitu dengan cara memberinya minuman atau makanan manis untuk menaikkan kadar glukosanya.
Walaupun diabetes dipengaruhi oleh faktor genetik, beberapa cara mengobati diabetes melitus diatas dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi, atau setidaknya memperlambat perjalanan penyakit.
Selalu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan olahraga rutin dapat menghindarkan anda diabetes melitus. Diabetes adalah penyakit gaya hidup, jadi pengobatannya harus dimulai dari upaya memperbaiki gaya hidup, seperti menghindari stres dan merokok.
Mengenal Jenis Terapi Penderita Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah suatu penyakit dengan kondisi insulin tubuh kurang karena rusaknya pankreas yang memproduksi insulin sehingga kadar gula darah melampaui batas normal.
Terapi penderita diabetes melitus memiliki tujuan utama untuk mempertahankan kadar gula darah agar berada dalam batas normal. Semakin dekat dengan batas normal, maka resiko terjadinya penyakit komplikasi akan semakin berkurang. Ada bermacam-macam jenis diabetes melitus (DM).
Namun, umumnya dikenal dua jenis DM yang utama perbedaan utama dari kedua tipe ini terletak pada permasalahan patofisiologinya. Pasien DM tipe 1 membutuhkan suntikan insulin seumur hidup sebab terjadinya kerusakan pankreas dan kondisi ini bersifat autoimun.Sedangkan pada pengidap DM tipe 2 biasa disebut diabetes basah dan jaringan tubuhnya tidak responsif.
Terapi Penderita Diabetes Melitus Tipe 1
Terapi penderita diabetes melitus tipe 1 dilakukan dengan memberikan suntikan insulin yang berfungsi sebagai pengganti insulin karena pankreas tidak mampu memproduksinya lagi. Insulin diinjeksikan di bawah kulit agar mampu menembus lapisan lemak. Biasanya bagian tubuh yang disuntik adalah paha, dinding perut atau lengan. Ada tiga bentuk insulin yaitu:
1. Insulin kerja cepat
Insulin ini mampu menurunkan glukosa dalam 20 menit dan bekerja selama 6-8 jam. Contohnya adalah insulin reguler. Biasanya disuntikkan 20 menit sebelum makan.
2. Insulin kerja sedang
Insulin jenis ini akan bekerja lebih kurang 18-26 jam, sebagai contoh insulin suspensi seng.
3. Insulin kerja lambat
Contohnya berupa pengembangan insulin suspensi seng untuk terapi penderita diabetes melitus tipe 1 dan bekerja selama 28-36 jam.
Terapi Penderita DM Tipe 2
Penderita DM tipe 2 akan mengalami keluhan sulitnya mengeringkan luka. Oleh karena itu, dibutuhkan kewaspadaan akan terjadinya infeksi di kaki. DM tipe 2 akan diberikan terapi pengobatan oral (mulut) berupa obat hipoglikemik oral (OHO).
Obat ini berfungsi menurunkan kadar glukosa secara adekuat pada pasien DM tipe 2. Tentunya harus dibarengi dengan diet sehat dan olahraga. Jika obat ini belum ampuh, maka pasien bisa diberi tambahan terapi berupa suntikan insulin.
Obat jenis lainnya yang bisa digunakan adalah Biguanid (metformin), Sulfonilurea , Thiazolidinediones (glitazones) , Alpha-glucosidase inhibitor.
Pengidap DM tipe 1 dan 2 juga bisa mengimbangi pengobatan secara kimiawi dengan meminum air rebusan daun sirsak. Tumbuk 10 lembar daun sirsak dan rebus bersama 1 liter air. Setelah mendidih, saring airnya dan diminum 3 kali sehari.
Semua penggunaan obat dalam terapi penderita diabetes melitus tipe 1 dan 2 harus melalui konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Selain itu, dokter akan melihat perkembangan kondisi pasien dan memberi tambahan terapi lain yang sesuai.
Makanan Manis Menjadi Penyebab Diabetes?
Saat ini, penderita panyakit diabetes mengalami peningkatan. Pola hidup yang tidak sehat dan bbeberapa kebiasaan buruk menjadi penyebab penyakit ini. Orang juga mengasosiakan penyakit diabetes dengan makanan manis. Benarkah makanan manis menjadi penyebab penyakit diabetes? Makanan manis sebenarnya bukan penyebab utama dari penyakit diabetes. Ada beberapa sebab yang bisa menyebabkan orang terkena penyakit diabetes.
Sebab Penyakit Diabetes
Penyakit diabetes sebenarnya tejadi karena gula dan lemak yang menumpuk secara berlebihan pada tubuh. Kondisi ini menyebabkan pankreas harus bekerja lebih untuk memproduksi hormon insulin untuk mengolah gula yang masuk. Jika pankreas tidak bisa bekerja dengan baik karena banyaknya gula yang masuk, maka kelebihan gula akan masuk dalam darah serta urin. Inilah yang menyebabkan penyakit diabetes. Penyebab penyakit diabetes adalah sebagai berikut:
1. Makan Makanan Yang Manis Berlebihan
Makanan yang manis bisa menjadi penyebab penyakit diabetes karena kelebihan gula tidak akan mampu membuat pankreas mamproduksi hormon insulin.
2. Makan makanan yang berlemak
Makanan berlemak yang tidak terolah dengan baik di tubuh akan menyebabkan tubuh mengalami penumpukan lemak. Hal ini akan menyebabkan resistensi yang tinggi terhadap insulin sehingga tubuh akan mengalami penyakit diabetes.
3. Kurang Berolahraga
Kurang berolahraga akan menyebabkan kelebihan gula dan lemak tidak terolah dengan baik. Kerja pankreas pun akan menjadi lebih berat. Jika pankreas sudah melampau batas kerjanya untuk memprosuksi insulin, maka gula akan masuk ke darah dan kencing. Hal ini akan menyebabkan seseorang terkena panyakit diabetes.
Penyakit diabetes melitus umumnya diderita oleh orang dengan berat badan berlebih atau obesitas. Pola hidup yang sehat adalah satu-satunya cara untuk mengurangi resiko terkena penyakit ini. Jadi, benarkah makanan manis menjadi penyebab penyakit diabetes? Ini tentu tidak sepenuhnya benar.
Anda harus makan makanan secukupnya dan tidak berlebihan agar penyakit ini tidak muncul. Jika sudah terkena penyakit ini, anda harus menerima pengobatan dari dokter agar kadar gula dalam darah bisa turun. Setelah itu, anda harus menjalankan diet sehat dan berolahraga secara rutin agar penyakit anda segera sembuh.
Diet Sehat untuk Penderita Penyakit Diabetes Melitus
Perkembangan jaman berpengaruh pada gaya hidup dan pola makan. Jumlah penderita penyakit diabetes melitus meningkat karena penyebabnya tidak hanya berasal dari faktor keturunan. Di samping itu, penyakit ini dapat memicu terjadinya berbagai penyakit lain seperti penyakit jantung dan komplikasi lainnya. Penderita diabetes melitus atau kencing manis harus minum obat dengan teratur dan mengatur pola makan secara tepat.
Bisanya, terjadi peningkatan kadar gula darah karena gangguan pada sistem metabolisme tubuh. Pola makan yang tidak tepat akan berakibat serius pada penderita diabetes melitus. Untuk itu, penderita dan keluarga perlu mengetahui makanan apa saja yang harus dihindari.
Pola hidup sehat menghindari penyakit diabetes melitus
Penderita penyakit diabetes melitus tidak disarankan untuk merokok, karena zat racun di dalam rokok menghambat penyerapan nutrisi makanan. Selain itu, mereka harus berolahraga secara teratur untuk menjaga stamina tubuh dan mengendalikan berat badan.
Asupan gula dalam makanan dan minuman juga harus dikurangi. Caranya, gunakan gula khusus untuk penderita diabetes. Selain itu, konsumsi buah-buahan, kurangi porsi makan nasi dan perbanyak minum air putih. Penelitian menemukan bahwa penderita obesitas beresiko lebih tinggi terkena diabetes melitus.
Aktivitas fisik akan membakar kalori dalam tubuh. Selain itu, olahraga dengan teratur akan menjaga peredaran darah, memperbaiki kinerja insulin, dan mendorong terjadinya pembakaran gula dalam darah agar diubah menjadi energi. Olahraga yang baik adalah bersepeda, jalan cepat, berenang dan jogging.
Penderita dianjurkan olah raga selama 30 menit perhari dan dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam satu minggu. Olahraga teratur juga bermanfaat dalam meningkatkan fungsi paru, otot, jantung dan menunda proses penuaan.
Pentingnya pola makan sehat
Porsi makanan untuk penderita diabetes melitus harus ada takarannya yang menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh serta jadwal makannya. Perbandingan komposisi makanan yang tepat adalah lemak 20-25%, protein 10-15% dan karbohidrat 60%.
Sumber karbohidrat kompleks dari jenis padi-padian (jagung, gandum, beras merah), sagu dan jenis umbi-umbian (singkong, kentang, ketela pohon) adalah sumber karbohidrat terbaik.
Penderita DM tidak akan mudah lapar karena proses penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama dalam tubuh.Konsumsi makanan kaya serat juga sangat dianjurkan.
Penderita penyakit diabetes melitus harus menghindari konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir, kue manis dan sirup,hindari juga makanan yang mengandung banyak lemak dan bahan pengawet.
Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Diabetes
Diagnosa diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam keseharian, terbukti efektif dapat mengontrol kadar gula darah tanpa perlu mengkonsumsi obat atau suntik insulin. Rajin melakukan aktivitas fisik dan makan-makanan yang seimbang mendukung penyembuhan diabetes.
Selain dua hal tersebut,pasien juga wajib mengetahui makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes agar terhindar dari naiknya kadar gula darah.
Tatalaksana pengaturan pola makan pasien diabetes
Ada beberapa tatalaksana yang harus diterapkan oleh penderita diabetes. Hal ini diperlukan untuk membantu penderita melakukan pengendalian kadar gula darah melalui diet makanan. Tata laksana tersebut antara lain :
1. Selalu disiplin dalam menerapkan waktu makan, baik makanan utama ataupun makanan selingan
2. Frekuensi makan seperti biasanya, yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan
3. Asupan karbohidrat sebaiknya dipilih yang berserat tinggi dan bersenyawa kompleks
4. Selalu berhati-hati saat mengkonsumsi makanan dengan mengetahui makanan yang boleh dikonsumsi dan makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes
Jenis makanan yang sebaiknya dihindari pasien diabetes
Penderita diabetes sebaiknya mengkonsumsi makanan sesuai dengan piramida makanan penderita diabetes. Ada beberapa minuman dan makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes karenan minuman dan makanan tersebut mengandung kadar gula cukup tinggi. Jenis minuman dan makanan tersebut antara lain :
1. Minuman
Minuman berkadar gula tinggi seperti soft drink, minuman energi, eskrim, jus dengan gula serta minuman manis lainnya sebaiknya dihindari oleh pasien diabetes.
2. Makanan sumber karbohidrat berkadar gula tinggi
Sumber karbohidrat yang harus dikurangi karena rendah serat dan berkadar gula tinggi yaitu nasi, roti dan mie instant
3. Buah-buahan
Jenis buah yang harus dikurangi konsumsinya oleh penderita diabetes yaitu sirsak, mangga dan durian
4. Sayur-sayuran
Sayuran yang sebaiknya dihindari yaitu jagung manis dan labu
5. Makanan berlemak
Penderita diabetes harus mengurangi makanan berlemak seperti goreng-gorengan.
Dengan mengetahui makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes, maka penderita diabetes bisa mengatur pola makan dan tidak perlu mengkhawatirkan berbagai komplikasi penyakit yang mungkin bisa muncul akibat diabetes.
Langkah penanganan diabetes akan semakin efektif apabila diimbangi dengan aktivitas olahraga ringan dan rutin. Diabetes bisa diatasi dengan kemauan dan ketelatenan dari penderita.













